KH. M. SURURUDDIN A.W.K FIGUR ULAMA DAN PEJUANG SEJATI DARI KEBUMEN
FIGUR
ULAMA DAN PEJUANG SEJATI
ALMAGHFURLAH ROMO KH. M. SURURUDDIN A.W.K
1. Asal-Usul
Di dukuh Purwosari, Desa Purwosari, Kecamatan Puring lahirlah seorang tokoh agama dari pasangan Mbah KH. Abdulloh Muksin bin KH. Ridwan bin Abdul Hamid bin Wangsa Kerti bin Simbah Sidaguna Dzul Qornain Al-Yamani dan dengan seorang Wanita solihah yaitu, Hj. Siti Khotijah Putra Putri dari KH. Maksum bin Kromo Suwito bin Raden Muuhammad Nur bin Raden Adipati Sumbing yaitu, Al-Maghfurlah Romo KH. M. Sururuddin Al-Mansyur Wijaya Kusuma.

Adapun saudara kandung dari Al-Maghfurlah Romo KH. M. Sururuddin Al-Mansyur Wijaya Kusuma ialah:
1) Muhammad
2) KH. M. Sururuddin A. W. K
3) Hj. Sutirah
4) Wasitah
5) H. Muhyadi
6) KH. M. Machfudz Mubarok
7) Bahrun
8) Slamet
9) Zarkasih
10) KH. M. Sukendar
11) Sutarno
12) Wasbir
Adapun kelahiran Al-Maghfurlah Romo KH. M. Sururuddin A.W.K adalah:
Hari Ahad Legi, Tanggal 2 September 1921 M. ( dalam SK Kepegawaian, beliau lahir tanggal 2 September 1926 ) di Dukuh Purwosari, Desa Purwosari, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
2. Riwayat Pendidikan
2.1 Beliau mampu menamatkan Pendidikan Formal antara lain:
· Tahun 1937 tamat Sekolah Rakyat atau SR ( VERVOL )
· Tahun 1939 tamat Holand Indishe School disingkat HIS
· Tahun 1941 tamat kelas II M.U.I.O dan berketerangan tamat
2.2 Dan juga mampu menamatkan Pendidikan non Formal antara lain:
· Tahun 1942 sampai dengan tahun 1947 mondok di Pondok Pesantren Watucongol, Muntilan, Magelang yang diasuh oleh Hadrotus Syaikh KH. Abu Dalhar
· Mondok dan Mengaji Tabarukan di Pondok Pesantren Lasem yang diasuh oleh Hadrotus Syaikh KH. Maksum dan Hadrotus Syaikh KH. Masduki dan beliau berhubungan sangat erat dengan Gus Ali, yaitu Putra dari Hadrotus Syaikh KH. Maksum yang terkenal dengan nama kondang Hadrotus Syaikh KH. Ali MAksum Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta
· Pada saat mondok di Pondok Pesantren Watucongol beliau ditunjuk oleh para Ulama untuk mengikuti Latihan perang di Jakarta ( Pasukan Hisbulloh ) dalam rangka untuk mengusir tantara Inggris ( GHORKHA/ NICA ) yang pada saat itu Belanda telah menduduki Kota Magelang.
·
Adapun penyerangan terhadap tantara Belanda
dilakukan setelah pelatihan perang.
Setelah pelatihan perang Beliau Kembali ke Pondok Pesantren Watcongol dan terus
melakukan perlawanan terhadap Belanda untuk merebut Kembali Kota Magelang.
Dan penyerangannya dilanjutkan sampai Banteng Ambarawa pada tahun 1946 sampai
tahun 1947
· Pada tahun 1948 sampai dengan tahun 1949 beliau melanjutkan mengaji Tabarukan di Pondok Pesantren Somalangu yang diasuh oleh KH. Mahfudz bi KH. Abdurrohman dan dinikahkan dengan putrinya yang Bernama Siti HAmimatun dan sayang dalam kurun waktu 40 hari istri beliau meninggal.
3. Riwayat Perjuangan
3.1 Pada Tahun 1967 beliau mendirikan Gedung Wa’fiyah NU di KAbupaten Kebumen yang tanahnya pemberian dari Ibu Beliau Hj. Siti Khotijah.
· Pada tahun 1967 beliau juga diangkat oleh Negara sebagai Kepala Sub Seksi Kepenghuluan, kalau istilah sekarang sebagai Kepala Sksi Urais Kandepag Kabupaten Kebumen.
3.2 Pada Tahun 1945 – 1971 beliau sebagai Ketua Tanfidziyah I PCNU Kabupaten Kebumen
3.3 Pada Tahun 1978 beliau diangkat sebagai Mukhtasar Robithoh Ma’had Islamiyah Kabupaten Kebumen
3.4 Pada Tahun 1977 – 1980 beliau menjabat A’wan Suriyah PWNU Jawa Tengah
3.5 Pada Tahun 1978 – 1980 beliau juga menjabat sebagai Rois Suriyah PCNU Kabupaten Kebumen
3.6 Pada Tahun 1981 beliau menjabat sebagai Rois Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyyahidaroh Subiyah Cabang Kabupaten Kebumen
4. Riwayat Perjuangan di Bidang Pendidikan
4.1 Pada tahun 1951 – 1954 beliau berjuang sebagai Guru Pendidikakn Agama Islam tidak tetap ( GTT ) IV / III di Ambarawa, terhitung tanggal 1 Agustus 1951 – 1 Agustus 1954
4.2 Pada tanggal 1 Agustus 1954 – 1 Agustus 1955 sebagai Guru Ngaji Selapanan di Semarang
4.3 Pada tahun 1954 beliau mendirikan Pondok Pesantren At-Taqwa yang bertempat di Utara Masjid Agung Kauman Kebumen
4.4 Dan pada tahun 1954 sampai wafat tahun 1983 beliau secara rutin mengisi Pengajian Umum di Masjid Agung Kebumen, adapun waktunya:
· Setiap bulan Puasa waktunya Ba’da Dhuhur sampai Ahar mulai tanggal 1 sampai 22 Romadhon
· Setiap malam Selasa waktunya Ba’da Isya sampai selesai
· Setiap hari Ahad waktunya jam 10.00 sampai dhuhur
4.5 Dan juga mengisi pengajian rutin Ba’da Ahar di Pondok Pesantren At-Taqwa yang diikuti oleh santri tertentu dan Masyarakat lingkungan
4.6 Selain mengisi Pengajian di Pondok sendiri dan di Masjid Kauman ( Masjid Agung Kebumen ) beliau juga mengisi pengajian di Desa Tanuraksan Musholla KH. Nur dan selapanan di Musholla Mbah KH. Muksin Desa Purwosari, Kec. Puring, juga di Masjid As-Suhada Purwosari Timur
4.7 Pada tanggal q Januari 1954 beliau sebagai penghulu dorurot ( gerilya ) untuk 136 desa utara kebumen, Prembun Khimayatul Islam, Jabatan ini sesuai Surat Keterangan Kepala KUA Kabupatrn Kebumen ( KH. Ahmad Afandi )
4.8 Tahun 1955, memindahkan Pondok Pesantren At-Taqwa ke sebelah selatan SMP Muhammadiyah
4.9 Pada tahun 1956, beliau diangkat PNS sebagai Juru Nikah Muda. Tk.1 Kebumen dengan nomor SK 739/ A/ 17/ 56/ KUA Provinsi Jawa Tengah. Gol/ Ruang B. I/ III
4.10 Tahun 1957 sebagai anggota pengadilan agama kebumen dengan nomor SK, B/ IV/ g/ 12/ 1957
4.11 Tahun 1958, sebagai Hakim Pengadilan Agama Kebumen, sesuai dengan SK nomor 953/ 191/ AII/ 58
4.12 Akhir tahun 1958, diangkat sebagai ketua TPS Pemilu ke-2 Desa Kutosari
4.13 Pada tanggal 17 Agustus 1958, beliau memindahkan pondok pesantren At-Taqwa dari sebelah selatan SMP Muhammadiyah ke Gang Sakir no.10 yang sekarang menjadi Gang Lusi no.12 yang berdiri di tanah pemberian ibunya yaitu Hj. Siti Khotijah dan mertuanya KH. Bajuri ( yang sebagian tanah tersebut wakaf )
4.14 Tahun 1957 – 1959 beliay sebagai guru agama di ASPOL ( Asrama Polisi Kebumen ) dengan nomor SK C 2 / i / 17/ 57
4.15 Tahun 1960 – 1983 sebagai juru nikah muda ( No. SK 58/ AII/ 19/60 Gol/ Ruang B2/ III
4.16 Tahun 1965 lulus ujian Naib ( Pengulu )
4.17 Beliau juga mendirikan SMP NU Kebumen yang berlokasi disebelah selatan alun-alun, yang sekarang ditempati Bank Jateng Cabang Kebumen
4.18 Pada tahun 1966 beliau sebagai pendiri Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri ( SP IAIN ) yang mana seluruh tamatan SP IAIN bisa tanpa tes masuk ke IAIN
4.19 Pada tahun 1968 beliau sebagai pendiri UNU Fakultas Ushuludin yang sekarang STINU di Kabupaten Kebumen dan Beliau juga sebagai Dosen
4.20 Pada tahun 1972 – 1974 beliau berhasil mendirikan Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Se-Karisidenan Kedu ( P.4.S.K )
5. Pembentukan Keluarga Sakinah Al-Maghfurlah KH. M. Sururuddin A.W.K
5.1 Pada tahun 1948 beliau menikah dengan putri dari Hadrotus Syaikh KH. Mahfudz bin KH. ABdurrohman Somalangu yang Bernama Siti Hamimatun, yaitu kak dari KH. Agus KHanifuddin bapaknya KH. Afifuddin Somalangu. Pernikahan ini hanya 40 hari, istri beliau wafat dan dimakamkan di MakamLemah Lanang
5.2 Pada hari Senin Pon tanggal 27 Syawwal 1373 H bertepatan dengan 28 Juni 1954 beliau menikah dengan Ny. Johariyah yaitu putri dari Hadrotus Syaikh KH. M. Dulloh Ibrohim Kauman, Kutosari, Kebumen yang saat menjabat sebagai Pengulu /Kodi. Dari pernikahan ini beliau mendapat keturunan:
1) Siti Nafingatun Hidayati lahir tanggal 4 Desember 1955 ( menetap di Lampung, Sumatra )
2) Ky. Mohammad Nafinguddin Al-Mansyur lahir tanggal 27 juli 1957 ( Menetap di DesaKewayuhan, Kec. Pejagoan )
3) Muhammad Nasikhuddin Al-Mansyur lahir tanggal 22 Desember 1959 ( Menetap di Perumahan Prajamukti, Desa watubarut, Kebumen ) dan beliau sebagai Mutasyar
5.3 Pada hari Sabtu Pon tanggal 26 Muharrom 1379 H bertepatan dengan tanggal 1 Agustus 1959 jam 10 pagi beliau menikah dengan putri solikhah yang bernama Siti Maryamatun binti KH. Bajuri dari Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen. Dari pernikahnnya ini, beliau dikaruniai keturunan:
1) Mohammad Nadjibuddin Al-Mansyur lahir di Kalirejo tanggal 20 April 1960 ( Menetap di Jombang, Jawa Timur )
2) KH. Mohammad Nashiruddin Al-Mansyur lahir di kebumen tanggal 10 Oktober 1961 ( Menerap di Kebumen )
3) Siti Nashirotun Diniyati lahir di Kebumen tanggal 23 Nopember 1962 ( Menetap di Sidoarjo, Jawa Timur )
4) Siti Nailatun Barokati lahir di Kebumen tanggal 11 Desember 1963 ( Menetap di Semarang )
5) Mohammad Nafiduddin Al-Mansyur lahir di Kebumen tangal 3 Maret 1965 ( Menetap di Kalirejo, Kebumen )
6) Mohammad Nabinguddin Al-Mansyur lahir di Kebumen tanggal 29 April 1967 ( Meninggal dunia )
7) Hj. Siti Nafidatun Sangadati lahir di Kebumen tanggal 11 Maret 1969 ( Menetap di Desa Muktisari, Kebumen )
8) Mohammad Nailuddin Al-Mansyur lahir di Kebumen tanggal 4 September 1970 ( Menetap di Jombang, Jawa Timur )
9) Mohammad Najihuddin Al-Mansyur lahir dikebumen tanggal 19 Februari 1973 ( Menetap di Jombang, Jawa Timur )
10) Mohammad Nabihuddin Al-Mansyur lahir di Kebumen tanggal 16 September 1974 ( Menetap di Kebumen )
11) Mohammad Nahiduddin Al-Mansyr lahir di Kebumen tanggal 20 Juli 1976 ( Menetap di Kebumen )
5.4 AKhirnya pada hari Jum’at Pon tangal 9 ROjab 1403 H tepat pukul 10.00 WIB bertepatan tanggal 22 April tahun 1983 beliau dipanggil kehadirat Allah SWT
Demikian Outobiografi Almarhum AL-Maghfurlah Romo KH. M. Sururuddin Al-Mansyur Wijoyokusumo, mudah -mudahan dapat bermanfaat dan semoga segala ibadah serta jasa Almarhum terhadap Agama, Masyarakat, BAngsa dan Negara diterima disisi Allah SWT dan kita sekalian mendapat barokah di dunia dan akhirat. Aamiin…
Mohon do’a restu untuk keluarga besar Almarhum Al-MAghfurlah Romo KH. M. Sururuddin Al-Mansyur Wijoyokusumo utamanya putra-putrinya senantiasa diberikan hidayah dan kekuatan lahir batin untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan Almarhum sampai dengan hari kiamat. Aamiin…
Ù…َÙ†ْ Ø£َØَبَّ اَÙ‡ْÙ„َ الْØ®َÙŠْرِ Ù†َالَ Ù…ِÙ†ْ بَرَÙƒَاتِÙ‡ِ
Artinya : Barangsiapa yang cinta kepada Ahli Kebaikan maka akan memperoleh barokahnya.
Aamiin ya Robbal ‘Alamiin...
Tim Penyusun :
1. H. Sugiman, S.IP
2. H. Sahri Al-Amin, S.Ag
3. H. Bambang Wijanarko
4. M. Nabihuddin
Diketik ulang ( Desember 2024 )