Bapak Haji Rusbandi, Sosok Inspiratif yang Peduli Yatim dan Duafa di Mekarsari Kutowinangun
Bapak Haji Rusbandi, Sosok Inspiratif yang Peduli Yatim dan Duafa di Mekarsari Kutowinangun
Kutowinangun, Kebumen – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, nilai-nilai kepedulian sosial sering kali terpinggirkan. Namun, di desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, terdapat seorang tokoh yang menjadi panutan dalam memperjuangkan hak-hak kaum lemah. Beliau adalah Bapak Haji Rusbandi, seorang kader P4SK (Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaffah) yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu yatim piatu dan kaum duafa.
Salah satu wujud nyata kepedulian beliau adalah konsistensinya dalam melaksanakan kegiatan khitanan massal setiap tahun. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosial, tetapi sebuah komitmen mulia untuk membangun generasi yang saleh, bersih lahir batin, serta memiliki masa depan yang lebih baik.
Khitanan Massal: Bukti Nyata Kepedulian
Program khitanan massal yang digagas oleh Haji Rusbandi menyasar anak-anak yatim dan duafa di wilayah Mekarsari, Kutowinangun. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan tim medis profesional dan dukungan masyarakat setempat.
Semoga Lahir Generasi yang Saleh
Haji Rusbandi meyakini bahwa anak-anak yatim dan duafa memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang berprestasi jika diberi perhatian dan dukungan yang memadai. Melalui program-program sosial seperti khitanan massal, beliau berharap dapat membuka jalan bagi mereka untuk tumbuh menjadi individu yang saleh, kuat secara spiritual dan moral.
“Setiap anak adalah amanah. Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang cerah. Kami hanya ingin menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kehidupan yang lebih baik,” tuturnya dengan penuh harap.
Harapan dan Doa
Kegiatan mulia ini telah berjalan selama bertahun-tahun dan selalu mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak pihak yang berharap agar inisiatif seperti ini terus berkembang dan menginspirasi daerah lain.
Semangat yang ditunjukkan oleh Haji Rusbandi mencerminkan betapa pentingnya nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Kepedulian terhadap yatim dan duafa tidak hanya membantu mereka secara fisik, tetapi juga memberikan harapan dan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi hidup.
Melalui dedikasinya, Haji Rusbandi mengajarkan bahwa menjadi seorang manusia berarti menjadi rahmat bagi sesama. Semoga langkah-langkah kecil namun bermakna ini terus menjadi cahaya di tengah masyarakat, menciptakan generasi yang saleh, bersih lahir dan batin.